Showing posts with label Teori Filologi. Show all posts
Showing posts with label Teori Filologi. Show all posts

Monday, 13 January 2014

Kegunaan Filologi (sebagai ilmu bantu ilmu-ilmu lainnya)

Salam,



Banyaknya informasi yang dapat digali dari naskah-naskah peninggalan masa lampau, menjadikan hasil suntingan teks dari naskah-naskah tersebut penting, maka  filologi  dibutuhkan sebagai ilmu bantu bagi ilmu-ilmu lainnya.
            Menurut Baried (1994 : 26-31), bahwa filologi bertindak sebagai ilmu bantu bagi ilmu-ilmu yang menggunakan naskah lama sebagai objek penelitiannya. Salah satunya yaitu filologi sebagai ilmu bantu sejarah perkembangan agama, hal ini karena naskah-naskah Nusantara banyak mengandung teks-teks keagamaan. Suntingan naskah terutama naskah yang mengandung teks keagamaan akan menjadi bahan penulisan perkembangan agama yang sangat berguna, dan selain sebagai ilmu bantu bagi sejarah perkembangan agama filologi pun bisa digunakan sebagai ilmu bantu lingustik, ilmu sastra, ilmu sejarah, hukum adat, dan filsafat.
Demikian uraian singkat mengenai hal itu, semoga bermanfaat. Wassalam.
Daftar Bacaan:

Baried, Siti Baroroh dkk. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Saturday, 28 December 2013

Kedudukan Filologi dalam Ilmu Pengetahuan

Salam,



Filologi merupakan subdisiplin ilmu pengetahuan dari ilmu pengetahuan humaniora, yang menjadi objek materinya adalah manusia dan kebudayaanya, untuk lebih jelasnya tergambar dalam bagan berikut ini:


              Bagan . Kedudukan Ilmu Filologi dalam Ilmu Pengetahuan



Filologi merupakan salah satu bagian dari ilmu pengetahuan karena telah memenuhi syarat ilmu pengetahuan yaitu: memiliki teori, metodologi, dan paradigma. 
Demikian mengenai uraian singkat mengenai hal tersebut, semoga bermanfaat, wassalam.

Relevansi Studi Filologi

Salam,



Mempelajari naskah klasik memiliki relevansi secara teoretis dan praktis. Secara teoretis, naskah klasik menyimpan berbagai informasi yang berguna bagi perkembangan ilmu pengetahuan sesuai dengan kandungan informasi yang dibawanya seperti sastra, sejarah, pengobatan, adat istiadat, agama, dan sebagainya (Soeratno, 2003). Secara praktis, filologi juga dapat membantu menyediakan bahan-bahan bagi tujuan praktis seperti menyusun gambaran masa lampau untuk kepentingan persatuan, mencari nilai-nilai luhur masa lalu, membangun kebudayaan, mencari inspirasi, dan sebagainya. Adapun tujuan Filologi yaitu berusaha memahami sejauh mungkin kebudayaan masa lalu suatu bangsa melalui hasil sastranya (Baried dkk., 1985:5).
Demikian uraian singkat mengenai relevansi studi filologi, semoga bermanfaat, wassalam.

Daftar Bacaan:


    • Baried, Siti Baroroh dkk. 1985. Pengantar Teori Filologi. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.  
    • Soeratno, Siti Chamamah. 2003. Filologi Sebagai Pengungkap Orisionalitas dan Transformasi Produk Budaya. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Friday, 27 December 2013

Pengertian Naskah

Salam,



Terdapat beberapa pengertian mengenai naskah ini, namun dalam kaitannya dengan filologi, penjelasan singkat berikut kiranya bisa mewakili ;
Secara etimologi untuk kata 'naskah'  yang dipergunakan dalam bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Arab yaitu ‘نسخه’ (nuskhah) yang berarti salinan, turunan (Munawwir, kamus Arab-Indonesia ).
Secara istilah naskah adalah bahan tulisan tangan dalam bentuk perangkat keras yang ril yang dapat dilihat dan diraba (Syarief Hidayat, Diktat). Naskah untuk artian ini kita biasa menyebutnya sekarang dengan istilah 'buku'. Kata buku ini berhubungan dengan istilah ‘sastra’ di Nusantara.  Kata ‘sastra’ dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Sansekerta yaitu dari akar kata ‘sas’ dalam kata kerja turunan yang berarti ‘mengarahkan’, mengajar, dll. Dan ‘tra’  berarti ‘alat’, sarana. Jadi sastra adalah alat mengajar, alat mencari pentunjuk atau ‘buku’ (Partini Sardjono, 1992 : 7).
Menurut Baried (1994 : 35) bahwa istilah buku atau dalam Latin ‘codex’ dimulai di Romawi yaitu abad ke-4 M, dengan menggunakan bahan dari kulit binatang. Wujud fisik naskah ini di Belanda disebut 'handscript', di Inggris 'manuscript'.
Demikian kiranya penjelasan singkat mengenai pengertian naskah, semoga bermanfaat. Wassalam.

Daftar Bacaan :
          
  • Baried, Baroroh,dkk.1994. Pengantar Teori Filologi.BPPF. Yogyakarta.
  • Hidayat, Syarief. 1998. Pengantar Teori Filologi. Diktat Kuliah Fakultas Pascasarjana Sastra Unpad. Bandung.  
  • Munawwir, Ahmad Warson. 1989. Kamus Al-Munawwir. Krapyak: Pondok Pesantren Al-Munawwir.
     
  • Partini Sardjono-Pr. 1992. Pengantar Pengkajian Sastra. Bandung: Pustaka Wina.

     

     

Tujuan Filologi

Salam,



Filologi sebagai ilmu memiliki tujuan untuk mengungkap informasi yang terdapat di dalam naskah-naskah peninggalan masa lampau, yaitu berupa teks yang berisi berbagai macam ilmu, pengetahuan, dan berita tentang miniatur kehidupan masyarakat di masa lalu.  
Menurut pendapat Baried bahwa filologi berdasarkan asal mula lahirnya sebagai satu istilah untuk menunjukkan bahwa filologi diperlukan dalam rangka upaya mengungkap informasi tentang masa lampau suatu masyarakat yang tersimpan dalam peninggalan tulisan (Baried, 1994: 6).
            Peninggalan masa lampau yang berupa tulisan tersebut kemudian mengalami penyalinan-penyalinan, sehingga menimbulkan banyaknya versi dan variasi teks. Selain itu aksara dan bahasa yang terdapat dalam naskah biasanya sudah langka untuk digunakan masyarakat sekarang, juga kondisi fisik naskah pun mengalami kerusakan yang disebabkan usia naskah sudah tua.
            Filologi yang memandang variasi sebagai bentuk kreasi kerjanya, dan  bertujuan menemukan makna kreasi yang muncul dalam bentuk variasi, disebut filologi modern, sedangkan filologi yang memandang variasi sebagai bentuk korup, dan kerjanya bertujuan menemukan teks yang paling dekat dengan bentuk mula teks disebut filologi tradisional (Baried (1994 : 7).
Demikian uraian singkat mengenai tujuan filologi, semoga bermanfaat. Wassalam.

Daftar Bacaan :

  • Baried,Baroroh. 1994. Pengantar Teori Filologi. BPFF UGM. Yogyakarta.

Pengertian Filologi


Salam, 
Merujuk pada beberapa keterangan mengenai pengertian filologi, sekiranya uraian singkat berikut diharapkan bisa memberikan penjelasan ;
Secara etimologi filologi berasal dari kata “philos” yang berarti “teman “ dan “logos” yang berarti “pembicaraan atau “philologia” yang berarti “senang berbicara” yang kemudian berkembang menjadi senang belajar, senang kepada ilmu, senang kepada tulisan, dan kemudian senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi seperti karya sastra (Baried, 1994 : 2).
Menurut istilah kata  “filologi”  mulai digunakan kira-kira pada abad ke-3 SM oleh sekelompok ahli dari Iskandariyah, yaitu untuk menyebut keahlian yang diperlukan untuk mengkaji peninggalan tulisan yang berasal dari kurun waktu beratus-ratus tahun sebelumnya, dan ahli dari Iskandariyah yang pertama melontarkan istilah “ filologi” bernama Erastosthenes (Baried, 1994 : 2-3).
Filologi di Jazirah Arab disebut dengan ilmu “tahqiq” adalah penelitian yang cermat terhadap suatu karya yang mencakup hal-hal benar tidaknya karangan asli pengarang, benar tidaknya isi sesuai mazhab pengarangnya, tingkat kebenaran materi, men-tahqiq dan men-takhrij semua ayat-ayat Al-Qur’an dan Hadis serta menyebut sumbernya dalam catatan kaki, juga memberi penjelasan tentang hal-hal yang kurang jelas (Lubis, 1996: 15-16).
Di Indonesia filologi dikenal sebagai cabang ilmu sastra yang objek studinya secara tradisional mempermasalahkan variasi teks. Dalam perluasan artinya filologi adalah ilmu bahasa dan studi tentang kebudayaan bangsa-bangsa yang beradab seperti terungkapkan dalam bahasa, sastra, dan agama mereka, terutama yang sumbernya didapat dari naskah-naskah lama, sehingga secara umum dapat disebut ilmu tentang naskah-naskah lama atau naskah kuna (Sardjono, 1992 : 9). 
Demikian uraian singkat mengenai pengertian filologi, semoga bermanfaat.  Wassalam.

Daftar Bacaan :
  • Baried,Baroroh. 1994. Pengantar Teori Filologi. BPFF UGM. Yogyakarta.
  • Sardjono, Partini. Pengantar Pengkajian Sastra. Pustaka Wina. Bandung. 
  • Lubis, Nabilah.1996. Teori, Metode Penelitian Filologi. UIN Syarif Hidayatullah Publish. Jakarta.